SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

"BUDAYAKAN MALAS MENYONTEK"

Dewasa ini, kita menemukan banyak permasalahan dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah problematika tentang menyontek di kalangan siswa hingga mahasiswa, bahkan dosen terkadang bisa melakukan hal semacam itu. Ironisnya memang itu tengah terjadi dan masih berlanjut dalam lingkungan pendidikan. Jika hal ini tidak kita cegah, tentu saja akan semakin marak dan berlanjut pada kerusakan moral bangsa Indonesia. Anda bisa melihat, bahwa banyak opini yang menyebutkan, koruptor berasal dari siswa yang gemar menyontek semasa dia sekolah dahulunya. Nah, benarkah itu? Apakah sudah riil dan bukan hanya kabar burung belaka yang menyesatkan? Sebenarnya hal itu memang adalah fakta dan memang sudah teruji melalui lembaga survei yang akurat dengan kesalahan manusia sekitar 7,9% saja. Prosentase keakuratan hanya 92,1%. Dalam lembaga survei tentang riwayat sekolah serta psikomotorik, psikologis dan mental pada pejabat negara yang koruptor, diketahui bahwa dari 9 orang yang diperiksa karena diduga kuat sebagai tersangka kasus korupsi, 7 diantaranya ketika masa sekolah ternyata senang menyontek. Dari 7 orang yang suka menyontek tersebut, 4 mengaku sangat senang sekali menyontek, sedangkan 3 merasa lihai dalam menyontek tetapi mengenal batasan. Memang ini bukan sampel yang keliru sepenuhnya, kita dapat membuktikannya sendiri. Jiwa para koruptor itu berasal dari mentalnya yang telah rusak oleh tindakan yang sepele tetapi menyangkut keimanan seseorang. Jika seseorang berani menyontek sejak dini, otomatis ia akan terbiasa seperti itu. Jika kebiasaan itu sudah menjadi sebuah tradisi karena tidak ada orang lain yang mampu menasihatinya, maka sudah dipastikan moral generasi penerus bangsa akan pudar dan menjadi sebuah hal yang negatif bagi bangsa ini sendiri sehingga tentu saja akan menciptakan sebuah keterpurukan dan kesengsaraan yang tak ada batasnya. Peran orang tua khususnya sangat diperlukan dalam membina serta membimbing anak mereka untuk menjadi anak yang selalu berada pada jalan kebenaran dan kebaikan. Keluarga sangat berperan penting dalam membentuk pola pikir dan kepribadian anak itu sendiri. Jangan biarkan anak anda dipengaruhi oleh teman sebaya atau orang lain yang tidak bertanggung jawab atau terbawa oleh arus pergaulan bebas yang banyak kerugiannya bagi anak anda sendiri. Upayakan untuk optimalkan otak anak dengan makanan yang bergizi cukup. Lindungi dan awasi pergaulan anak anda dari bahaya yang timbul dari budaya-budaya yang menyimpang. Contohnya saja budaya tersebut adalah menyontek. Selain peran orang tua di situ juga terdapat peran seorang guru dimana ia mampu mengkoordinasikan pengalaman dan pengajaran. Guru sebagai pihak yang tugasnya berfungsi untuk mendidik anak, membina anak, merawat anak, memberikan kasih dan sayang kepada anak, memanjakan anak sewajarnya saja dan sebagainya yang berhubungan dengan hal itu. Dari peran orang tua dan guru yang saling berkaitan dalam rangka mendidik anak agar tidak melenceng dari kaidah atau norma atau aturan atau peraturan-peraturan yang berlaku, maka pihak sekolah yakni termasuk guru-guru dan kepala sekolah di dalamnya harus giat dalam mencanangkan pendidikan yang berkesinambungan sehingga siswa tidak akan berani melawan norma yang telah disahkan atau diberikan sebuah tanda resmi bahwa hal itu tidak boleh dilangggar. Siswa dalam proses pembelajaran harus terus diawasi dan berikan sebuah motivasi dari guru yang bertujuan untuk mengarahkan si anak tersebut agar tidak melakukan hal curang dan membiasakan perilaku yang terpuji.

0 Response to ""BUDAYAKAN MALAS MENYONTEK""

Post a Comment