SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

"MENJADI PRIBADI YANG NON-INDIVIDUALIS"

Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan kawan. Manusia sadar akan dirinya sendiri bagaimana jika menjadi manusia sosial yang bersifat individualis. Jangan sampai kodrat kita sebagai manusia yang tercipta sebagai khalifah di muka bumi dengan harapan tetap menjalin tali persaudaraan malah semakin tidak tahu diri dengan meningkatkan ego dan keangkuhan sosial yang pada akhirnya akan mencelakakan kita sendiri tentunya. Jika kita mengenal bangsa, suku, ras dan agama, alangkah terpujinya bila kita menggunakan penalaran kita terhadap apa yang kita amati dengar dan rasakan. Penalaran itu berupa pemikiran kritis, bagaimana kejadiannya manusia tercipta. Manusia tercipta dari alam kandungan lalu menemui proses kehidupan baru setelah lahir ke dunia. Manusia diberikan akal, nafsu, pikiran dan naluri supaya bisa mengadakan interaksi yang positif dan tidak bersikap zalim terhadap diri sendiri dan orang lain. Salah satu upaya untuk mendidik manusia menjadi manusia seutuhnya (sejati) adalah dengan proses pendidikan. Pendidikan dinilai memang sangat penting dalam rangka untuk memanusiakan manusia menjadi pribadi yang unggul dan bijaksana. Individualistis harus dibuang pada tempatnya. Kita harus bisa mengerti dan memahami sejauh mana penalaran kita yang logis dan lugas mengenai pola pikir manusia yang telah dinodai dengan sebuah sifat yang tidak semestinya. Nikmati sajalah kehidupan ini dengan cara yang baik tanpa merugikan pihak lain, yakni salah satu caranya adalah dengan berbudaya sosialis dengan pemikiran yang riil dan konkret bukan subjektif. Itu akan lebih mendasar dan tentu saja lebih formal juga mengedepankan sebuah pemikiran yang sangat penting dan berharga dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Alangkah indahnya jika di negara kita saling harmonis tanpa ada kerusuhan dan tindak kejahatan dari perilaku egois. Marilah kita langsungkan hubungan dan interaktif dan interkonektif yang sesuai dengan kaidah agama yang telah kita ketahui bahwa berjiwa sosial itu penting. Sudahkah hari ini anda berjiwa sosial untuk orang lain. Jadilah malaikat terbaik bagi orang lain dan jangan sekali-kali berhubungan dengan orang lain karena hanya mementingkan sebuah status saja, ini sangat tidak etis dan sungguh memalukan sebagai generasi yang mapan dan mengerti serta memahami bagaimana suatu konsep yang baik yang meliputi aspek-aspeknya dalam perbuatan yang positif bukan negatif yang memberi manfaat dan bukan malah memberi mudarat. Akhirnya itu saja yang dapat saya kemukakan dalam sebuaha Artikel singkat dan sederhana inio, harap maklum bila ada perkataan atau istilah kerennya kata yang tidak sesuai. Terima kasih

0 Response to ""MENJADI PRIBADI YANG NON-INDIVIDUALIS""

Post a Comment