SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

"SEJARAH PASCA OSPEK/OPAK UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Edisi Pilihan Pertama"

“SEJARAHKU IKUT OSPEK”

 

            Pilihan pertama, bisa mandi di kamar mandi milik paman saya dengan resiko yang sungguh nyata. Najis pasti kena dan kebersihan tidak terjamin pula. Padahal kebersihan dan kesucian diri sangat dibutuhkan sebagai manusia yang menganut agama islam. Ini adalah pilihan yang buruk menurut saya. Tidak pantas dipilih dan dilakukan untuk mandi di kamar mandi yang nyaris mirip kandang hewan ternak ini atau gudang yang tidak layak sekali.

            Sebenarnya tentu saja masih ada pilihan mandi yang lainnya selain pilihan pertama ini. Mengapa saya katakan demikian? Karena kita tidak hanya bisa memilih di kamar mandi milik paman saya ini, tetapi bisa di tempat yang lain, misalnya di sungai atau di kamar mandi masjid. Ya, tentu saja ada pilihan yang lebih baik ketimbang mandi di kamar mandi yang menjijikan itu. Namun, bukan maksud untuk merendahkan, ya memang itulah kamar mandi yang sungguh sederhana saja dan tergolong seperti tidak mampu karena kendala biaya.

            Untuk biaya merenovasi kamar mandi sebenarnya tidak ada. Karena kekurangan dana, maka jelas tidak ada kepastian mengenai sampai kapan kamar mandi kumuh tersebut akan bertahan. Jika terus dibiarkan tentu saja membuat risi siapapun yang bertandang ke rumah paman saya. Ya, tentu saja termasuk saya. Pengalaman mandi di kamar mandi milik paman saya tersebut adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan.

            Saya masih ingat ketika pertama kali memasuki kamar mandi yang kumuh tersebut. Saya masuk sebenarnya dengan keragu-raguan yang maha dahsyat. Saya terpekur sendiri dan berani membayangkan hal yang menjijikan  jika air got tersebut mengenai celana saya, ya tentu saja najis dan tidak akan sah salat saya jika diketahui demikian. Saya sudah mewanti-wanti diri saya agar tidak melakukan membersihkan diri atau malah menyucikan diri di kamar mandi milik paman saya tadi.

            Kenangan mandi di kamar mandi milik paman saya sungguh tidak akan pernah terlupakan. Saya banyak belajar dari hal kemiskinan dan kesederhanaan yang luar biasa. Harapan saya ke depannya ada perbaikan atau pembenahan kamar mandi milik paman saya tadi. Ya, setidaknya begitulah. Kalau saya sukses nanti dan bisa mengantongi gaji perbulan puluhan juta rupiah, tentu saya akan berniat untuk merenovasi kamar mandi milik paman saya tadi.

            Doakan saja semoga harapan saya tadi bisa terealisasi dengan baik, meskipun belum bisa sekarang, namun semoga di masa yang akan datang ketika uang saya sudah bisa digunakan untuk membantu mereka, pasti akan saya bantu. Yang saya harapkan adalah mereka bisa mencuci pakaian, piring dan mandi atau berwudu tanpa susah payah pergi ke masjid suci atau menumpang di kamar mandi milik tetangga.

 

 

 

Baca selengkapnya : Pilihan Kedua

                                                 

0 Response to ""SEJARAH PASCA OSPEK/OPAK UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Edisi Pilihan Pertama""

Post a Comment