SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

"SEJARAH PASCA OSPEK/OPAK UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Edisi Technical Meeting Bagian 1 "

Nah, saat TM (Training Meeting) atau sebelum hari OPAK dilaksanakan, Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan (FITK) tahun ajaran 2015/2016 diberi aturan untuk membawa :

     1.Kemeja berwarna putih berlengan panjang baik laki-laki maupun perempuan. Untuk laki-laki diusahakan untuk tidak transparan baju kemejanya, jika terpaksa transparan tidak dilarang. Namun, untuk perempuan, wajib untuk menggunakan kemeja yang tidak transparan agar tidak menyalahi aturan. Untuk persiapan, sebaiknya anda menyetrika kemeja anda pada H-3, H-2 atau selambat-lambatnya H-1 OPAK. Ini dilakukan agar anda tampil secara menawan dan menambah rasa percaya diri anda sebagai mahasiswa yang memperhatikan penampilan yakni tata busana yang anda gunakan. Selain itu, anda harus memperhatikan keharuman selama masa OPAK berlangsung. Jangan lupa gunakan minyak wangi alias parfum. Gunakanlah deodoran untuk menambah keharuman juga. Sediakan minimal sepasang kemeja, karena masa OPAK dilaksanakan selama tiga hari. Pada hari setelah OPAK, terdapat jeda untuk istirahat. Namun, biasanya pada sehari setelah OPAK berakhir, anda disunahkan atau mendekati wajib mengikuti Keakraban. Ya, di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, biasanya diistilahkan sebagai MAKRAB (Malam Keakraban). Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan dengan alasan-alasan lain, misalnya banyak mahasiswa atau mahasiswi yang tinggal di pondok pesantren tidak diizinkan pulang malam atau tidak diizinkan keluar pondok pesantren pada malam hari. Dengan alasan-alasan keterbatasan waktu yang tidak diizinkan membuat panitia OPAK melakukan kegiatan MAKRAB (sekarang disebut SIKRAB) dan istilah SIKRAB sendiri adalah kepanjangan dari Siang Akrab yang dilaksanakan dari pagi hingga petang hari.

     2.Bersepatu hitam. Untuk laki-laki dan perempuan diusahakan untuk mengenakan sepatu hitam. Namun, untuk kemudahan diizinkan untuk menggunakan sepatu tanpa tali atau pantofel. Kalau menggunakan selain sepatu, hanya diperbolehkan pantofel saja bukan sandal dan warnanya harus hitam agar tidak menyalahi aturan yang berlaku. Gunakanlah sepatu yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki. Sepatu yang digunakan tidak boleh sepatu selain sepatu yang digunakan untuk sekolah. Misalnya sepatu hak tinggi, sepatu bot dan lain-lain yang tidak lazim digunakan sebagai seorang siswa atau mahasiswa. Upayakan untuk membuat sepatu anda tidak kotor dan lusuh. Cucilah sepatu anda sebelum hari H OPAK berlangsung. Semaksimal mungkin pada H-1 OPAK anda mencuci sepatu anda. Apabila anda memiliki dua sepatu berwarna hitam, sepertinya tidak masalah jika tidak mencucinya. Namun, usahakan jangan malas mencuci jika masih ada waktu. Gunakan waktu dengan baik dan tepat. Atur waktu dan jangan habiskan waktu dengan kegiatan yang sia-sia. Namun jika

3.Kaus kaki berwarna putih. Jadi warna kaus kaki bukan setengah hitam, setengah putih. Harus warna putih penuh. Pilihlah yang ukurannya sesuai dengan kaki anda dan belilah sepasang saja karena masa OPAK paling tidak memakan waktu hanya 3 hari saja dan untuk menghemat pengeluaran. Usahakan memilih kaus kaki tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang agar nyaman selama dalam masa OPAK berlangsung.

 

4.Sajadah. Bawalah perlengkapan salat seperti sajadah. Pada saat OPAK, terdapat jeda atau istirahat. Nah, istirahat itu biasanya pada saat azan zuhur dan asar berkumandang. Karena pada pelaksanaanya, OPAK dimulai pada pukul 05:30 WIB dan diakhiri pada pukul 17:00 WIB. Sajadah intinya digunakan untuk salat zuhur dan asar selama pelaksanaan OPAK berlangsung. Biasanya pada masa OPAK selama 3 hari saja dan kurang lebih dibubarkan sampai dengan jam 17:00 WIB atau pukul 18:00 WIB ini berdasarkan keputusan panitia OPAK yang sudah memikirkan matang-matang sampai jam berapa kegiatan OPAK akan dilaksanakan.

 

5.Sarung. Selain sajadah, gunakanlah sarung. Nah, di sini sarung sangat berguna untuk membuat anda lebih nyaman ketika menunaikan ibadah salat zuhur dan asar. Jangan lupa membawa sarung selama OPAK, karena dengan membawa sarung setidaknya meminimalisir keadaan anda, misalnya celana yang anda gunakan pasca OPAK kotor, anda bisa memakai sarung supaya tidak kotor dan agar celana anda tidak basah.

 

6.Sandal. Jangan hanya menggunakan sepatu tanpa membawa sandal. Karena hal ini sangat berhubungan ketika kita lepas sepatu dan kaus kaki pada saat hendak mengambil air wudu untuk menunaikan ibadah salat. Saat wudu atau sehabis wudu, telapak kaki kita masih dalam keadaan basah, maka butuh sandal ketimbang menggunakan sepatu dengan kaus kaki atau sepatu saja. Ini akan membuat sepatu anda mudah bau tak sedap dan mengakibatkan kaus kaki anda menjadi kotor. Banyak peserta OPAK yang letak musalanya terletak di lantai atas bukan di lantai dasar. Maka, sedia sandal setelah sepatu.

 

7.Roti. Jika anda sudah terlanjur membeli kue bukan roti, maka anda tergolong tidak menyalahi aturan sebenarnya. Namun, usahkan membawa roti dan membelinya dari rumah atau dengan kata lain menyiapkannya sejak jauh-jauh hari dan tidak mendadak. Jangan membeli roti ketika berada di sekitar kampus, karena warung di sekitar warung biasanya belum buka atau sangat jarang menjual roti. Waktu OPAK dimulai pukul 05:30 WIB. Warung belum buka pada saat itu. Bawalah roti maksimal harganya adalah 5 bungkus. Belilah roti yang harganya seribu rupiah per bungkus. Panitia OPAK menginstruksikan membawa roti adalah bukan untuk tukar kado, tetapi untuk kebutuhan peserta sendiri selama kegiatan OPAK  berlangsung.

 

8.Air mineral. Sebaiknya bila anda tidak ingin repot, bawalah saja bekal air minum dari rumah. Ini dilakukan untuk menghemat waktu dan biaya. Kalau anda ingin repot atau tidak sempat membawa bekal air minum, ya sediakan atau beli saja air mineral maksimal 5 gelas untuk menjaga-jaga persediaan anda dengan catatan membeli air mineral tersebut sepulang dari OPAK atau kemarin sebelum OPAK dilaksanakan.

 

9.Perlengkapan alat tulis. Apa sajakah itu? Perlengkapan alat tulis-menulis adalah pulpen, pensil, penggaris, potlot, penghapus, rautan, papan jalan atau papan alas, buku dan kotak pensil. Ini penting di bawa dan wajib. Pada saat pelaksanaan OPAK di hari kedua dan ketiga terdapat pembekalan materi dimana terdapat sosialisasi materi kepada mahasiswa dan mahasiswi baru sebagai tujuan OPAK itu sendiri.

            Baca selengkapnya perlengkapan yang ke -10 s.d. 16 :

         

          “Artikel ini ditulis dengan mencantumkan referensi sumbernya atau berdasarkan pengamatan pengarang. Artikel ini masih jauh dari kesempurnaan seperti peribahasa Tak Ada Gading Yang Tak Retak. Mohon sertakan like atau Share atau Kritik dan Saran (Komentar) yang sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas karya di masa yang akan datang. Terima kasih atas kunjungannya di blog sederhana ini."

 

 

Yogyakarta, 27 November 2015

Penulis,

 

 

A.Dirham

NIM : 154 900 25

 

 

           

0 Response to ""SEJARAH PASCA OSPEK/OPAK UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Edisi Technical Meeting Bagian 1 ""

Post a Comment