SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

"SEJARAH PASCA OSPEK/OPAK UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Edisi Technical Meeting Bagian 2"

                  Nah, Selain yang sudah dijelaskan apa saja peralatan yang digunakan pada Sejarah Pasca OSPEK/OPAK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Edisi Technical Meeting Bagian 1, saya akan menjelaskan yang Edisi Technical Meeting Bagian 2. Berikut akan saya ulas apa saja poin-poin penting selain dari poin pertama hingga kesembilan. Yuk, simak, langsung saja :

            10.Memakai Co-Card. Mungkin asing di telinga anda apa itu Co-Card? Ya, Co-Card adalah semacam Name Tag yang dibuat dan diberikan oleh Panitia OPAK. Ukuran Co-Card kurang lebih 6 x 8 cm. Anda tidak perlu membawanya atau membuat dari rumah. Nantinya pada saat OPAK di hari pertama atau kedua, anda akan diberikan Co-Card secara cuma-cuma dari pihak panitia OPAK. Anda cukup menuliskan nama ketika diberi Co-Card. Mengapa panitia memberikan Co-Card kepada anda?

             Co-Card digunakan sebagai absensi kehadiran ketika akan mendapatkan konsumsi. Nah, jadi ketika siang hari, para mahasiswa atau mahasiswi baru akan mendapat konsumsi. Konsumsi di sini cukup mengenyangkan tergantung muatan perut anda masing-masing. Lauknya biasanya oseng dan semur ayam dengan nasi. Biasanya juga dilengkapi kerupuk dan air mineral. Sebelum dibagikan konsumsi yang enak ini, biasanya pada dua jam atau tiga jam sebelumnya dibagikan konsumsi makanan ringan yang dikemas dalam kardus kecil berwarna putih. Isinya cukuplah untuk mengganjal perut yang sedang keroncongan.

            Mau tahu apa isinya? Pengalaman yang saya temui selama tiga hari mengikuti OPAK, isi dari kotak boks tersebut adalah jika tidak kue, maka lemper. Jika tidak tahu isi maka lumpia. Jika tidak biskuit kecil maka roti kecil. Ada cabe rawitnya dan tidak lupa air mineral. Adapula yang menemukan kacang goreng dan kacang telur. Jadi, ketika anda mendapatkan Co-Card jangan sampai hilang ya. Jika hilang lapor pada panitia segera, jika tidak lapor maka anda akan kehilangan hak dan kewajiban anda untuk makan siang.

            11.Dua buah alas datar berwarna-warni yang bahannya terbuat dari kertas warna dan kardus. Anda bisa menggunting kardus jika mempunyai kardus di rumah. Jika anda tidak punya sama sekali kardus, beli saja di tukang rongsokan atau warung kecil atau toko di sekitar rumah anda ataupun di sekitar kampus anda. Persiapkan secara jauh-jauh hari jangan mendadak. Jangan biasakan bersantai-santai dengan waktu. Anda harus mandiri dan disiplin dan bisa mengatur waktu dengan baik karena anda bukan siswa lagi, tetapi maha. Ya, Mahasiwa. Oh, ya alas datar berbentuk papan jalan atau alas papan untuk ujian ini berukuran sedang dan yang penting bisa digunakan untuk duduk. Cukup sediakan dua buah kardus saja dengan ketentuan sebagai berikut :            

                       

1.) Kardus yang pertama, bagian belakang kardus ditempelkan kertas karton atau mika berwarna merah dan bagian depan kardus diberi kertas karton atau mika berwarna hijau.                                                      2.) Kardus yang kedua, bagian belakang kardus ditempelkan kertas karton atau mika berwarna kuning dan bagian depan kardus diberi kertas karton atau mika berwarna putih. Kertas karton atau mika harus menutupi atau melapisi bagian kardus. Usahakan buatlah serapi mungkin agar menjadi nilai tambah.

 

            12.Topi toga berwarna hitam. Ini adalah bagian yang rumit dan cukup menjengkelkan. Anda bisa membuat topi toga dengan cara melihat sebuah inspirasi atau referensi dari teman anda atau bisa menghubungi kakak senior yang bukan merupakan anggota panitia OPAK. Biasanya kakak senior menyediakan jasa membuat topi toga. Namun akan lebih baik anda membuatnya sendiri karena akan mengembangkan kreativitas, imajinatif, inovatif dan produktif pada pribadi anda. Sekali lagi, jika benar-benar terpaksa anda dapat memanfaatkan jasa kakak senior untuk membuatkan topi toga. Jadi, bila anda ingin membuat topi toga seorang diri, tidak perlu mencari jasa pembuatan topi toga.

 

            Anda hanya butuh dan menyiapkan kertas karton, kertas karton atau warna atau mika yang berwarna hitam. Langkah selanjutnya anda tinggal membuat prisma berbentuk seperti lambang pendidikan “Tut Wuri Handayani” lalu buatlah lingkaran dan tempelkan ke karton yang sebelumnya telah anda bentuk seperti lambang pendidikan “Tut Wuri Handayani” tadi dengan membuat kaki-kaki kecil lalu direkatkan dengan menggunakan lem kertas atau menggunakan stapler. Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat ilustrasi berikut ini. Jika masih kesulitan, silahkan anda menghubungi atau mengirim SMS (Short Message System) saya di nomor : 083 – 895 – 974 – 402.

 

            13.Medali yang terbuat dari kertas warna dengan urutan Biru-Kuning-Biru. Ini sebenarnya cukup mudah bila anda mau membuatnya, tetapi jika anda malas, anda bisa membelinya dengan memanfaatkan jasa pedagang atau kakak senior jurusan yang menawarkan jasa pembuatan medali. Ada syarat dan ketentuan dalam pembuatan medali. Perlu anda perhatikan, berilah pin berwarna kuning yang terbuat dari kertas warna pula bagi pria dan buatlah seperti pita atau simbol AIDS bagi perempuan. Medali untuk laki-laki dibuat dengan berbentuk seperti kalung yakni melengkung dan dapat dimasukkan ke dalam kepala. Sedangkan untuk perempuan, medali dikenakan menyamping atau dengan kata lain seperti sinden yang menggunakan selendang atau anda bisa melihat malam puncak penghargaan MISS UNIVERS dimana para perempuan-perempuan cantik dan cerdas menggunakan selempang.

 

            Nah, bagi kaum hawa, tidak perlu menggunakan pin melainkan dibuat selempang lalu di bagian kedua ujungnya dibuat seperti lengkungan tajam layaknya lengkungan pada pita. Medali yang tengahnya disambungkan pin hanya khusus untuk mahasiswa saja bukan mahasiswi. Untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi atau mengirim SMS kepada saya di nomor yang tertera pada poin urutan ke-12.

 

            14.Foto ukuran 4 x 6 boleh berwarna boleh hitam putih. Namun pengalaman saya pada saat OPAK, foto tersebut tidak digunakan untuk apapun. Pasti anda bertanya-tanya mengapa demikian? Ya, memang aneh tetapi nyata. Benar-benar terjadi apa adanya. Namun, lebih baik anda siaga saja. Siapa tahu di tahun anda sekarang, panitia OPAK menginstruksikan membawa foto tersebut lalu digunakan dan sebagai ketentuan yang wajib dibawa pada saat OPAK.

            Mungkin daftar hadir berupa presensi yang harus disertakan foto atau misalnya mengumpulkan foto dari semua peserta OPAK dengan tujuan tertentu atau barangkali ditempel di Co-Card yang disediakan oleh panitia OPAK. Nah, banyak kemungkinan-kemungkinan. Anda tentu saja bisa memaknai kemungkinan tersebut. Jadi, segala sesuatu yang diperintahkan untuk dibawa oleh panitia OPAK, sebaiknya turuti saja. Anda bisa menghayati slogan “Sedia Payung sebelum Hujan”

 

            15.Pita berwarna merah-putih. Nah, ini juga termasuk janggal karena pada saat OPAK sama sekali tidak digunakan. Tentu saja yang terjadi kesalahan adalah dari pihak panitia OPAK itu sendiri. Namun, bila anda diperintahkan untuk membawa pita berwarna merah-putih, sebaiknya jangan mengabaikannya. Sejarah angkatan tahun saya mengatakan bahwa pita berwarna merah putih memang diperintahkan di bawa dengan catatan membawa pita tersebut dengan panjang 30 cm.

                        16.Kantong plastik. Jangan abaikan kantong plastik karena membantu menopang kegiatan anda selama masa OPAK berlangsung. Carilah kantong plastik yang berwarna hitam. Usahakan yang berwarna hitam. Ketika hari pelatihan pertemuan OPAK atau TM (Training Meeting) memang dari pihak panitia tidak memberikan penjelasan untuk membawa kantong plastik. Namun, pada saat itu saya tidak lupa membawa kantong plastik. Panitia OPAK tidak akan membentak, mengancam, mengintimidasi, memarahi, mengucilkan atau bertindak kasar kepada anda jika membawa kantong plastik. Mereka tidak akan berbuat semena-mena pada anda. Tenang saja dan tidak usah khawatir. Hukuman yang diberikan panitia bukan hukuman berat, tetapi sungguh ringan.

                        Jadi, dengan membawa kantong plastik anda tidak akan dikenai sanksi, namun cukup menguntungkan anda ketika membawa perlengkapan OPAK seperti sajadah, sarung, air mineral, roti dan sejenisnya. Cukup membawa plastik berukuran sedang saja. Karena daripada menaruh semua barang di dalam tas, lebih baik anda menaruh sebagian barang tersebut di kantong plastik bukan? Anda dengan mudah mengendong tas dan menenteng kantong plastik tersebut saat OPAK. Tidak perlu khawatir, sebab anda bisa sesuka hati menaruh kantong plastik itu di halaman fakultas ketika anda sedang berdiri. Tas juga bisa anda sandarkan di dekat pohon ketika anda melaksanakan rangkaian upacara OPAK atau bisa anda taruh di dekat sepatu anda. Sekali lagi jangan khawatir sebab halaman OPAK dasarnya terbuat dari semen atau konblok bukan tanah atau debu.
         

          “Artikel ini ditulis dengan mencantumkan referensi sumbernya atau berdasarkan pengamatan pengarang. Artikel ini masih jauh dari kesempurnaan seperti peribahasa Tak Ada Gading Yang Tak Retak. Mohon sertakan like atau Share atau Kritik dan Saran (Komentar) yang sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas karya di masa yang akan datang. Terima kasih atas kunjungannya di blog sederhana ini."

 

 

Yogyakarta, 27 November 2015

Penulis,

 

 

A.Dirham

NIM : 154 900 25

 

 

           

0 Response to ""SEJARAH PASCA OSPEK/OPAK UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Edisi Technical Meeting Bagian 2""

Post a Comment