SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

"MEMASYARAKATKAN HADIS DI INDONESIA"

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

          

                   Dewasa ini jika kita perhatikan lebih jauh, begitu menurunnya perhatian masyarakat umum, terutama kaum remaja terhadap hadis Nabi Muhammad SAW yang diantaranya ditengarai oleh minimnya kajian terhadap kitab-kitab hadis yang merupakan sumber-sumber orisinil hadis.

                   Tidak sedikit mahasiswa yang belum pernah membuka kitab seperti Muwatha’, Malik, Sunan Abi Dawud, Turmudzi, Nasa’i dan bahkan Sahih al-Bukhariy yang merupakan kitab hadis yang telah diakui sebagai kitab hadis yang tertinggi tingkat kesahihannya. Padahal, kitab-kitab tersebut sangat penting dalam membahas tentang keilmuah hadis dan sebagai sumber ajaran islam kedua setelah Al-Qur’an.

          Di Indonesia sendiri masih banyak masyarakat yang  belum mengetahui kajian hadis. Hal ini didasarkan atas kemalasan atau bentuk pengabaian dari masyarakat Indonesia sendiri yang tidak mengerti betapa pentingnya hadis jika dikaji lebih dalam.

          Letak menurunnya perhatian masyarakat muslim terhadap hadis adalah karena lemahnya pengetahuan terhadap ilmu hadis ini. Selain itu faktor berbagai metodologinya, berdampak cukup signifikan terhadap pengakuan hadis sebagai sumber ajaran Islam. Tidak mengherankan jika di kemudian hadi, keilmuan hadis ini menjadi sesuatu yang asing, bahkan mungkin akan tergusur oleh keilmuan lainnya.

          Dalam menjawab tantangan ini memang tidak mudah sebab memerlukan proses yang sangat panjang, namun perlunya berproses dalam memasyarakatkan hadis, merupakan suatu upaya yang niscaya akan menjawab semua hal yang berkaitan tentang lemahnya budaya membaca, memahami, menyampaikan, mengamalkan, dan menghafal hadis di Indonesia ini dalam rangka mewariskan generasi muda yang tidak asing lagi dengan sumber ajaran kedua agama islam itu.

         

B. Rumusan Masalah
     a. Apakah Pengertian Hadis?

     b. Apakah Hakikat Hadis?
     c. Bagaimana Perkembangan Hadis di Indonesia?
     d. Bagaimana Upaya Memasyarakatkan Hadis di Indonesia?

 

C. Tujuan Penulisan

     a. Mengetahui Pengertian Hadis.
     b. Mengetahui Hakikat Hadis.
     c. Mengetahui Perkembangan Hadis di Indonesia. 
     d. Mengetahui Upaya Memasyarakatkan Hadis di Indonesia.

  

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Pengertian Hadis

                   Kata Hadis berasal dari bahasa Arab, al-hadis dan secara literal kata Hadis bermakna: komunikasi, cerita, perbincangan, baik yang berkaitan dengan maslaah kegamaan maupun kekinian. Dalam bahasa Arab, kata tersebut dapat juga dipakai sebagai ajektif (kata sifat), yang bermakna  al-jadid (yang baru), lawan dari al-qadim (yang lama).1

                   Menurut bahasa, Hadis adalah perkataan dari Rasulullah SAW. Sedangkan menurut Istilah, Hadis adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Rasulullah SAW yang dijadikan hukum dalam agama islam. Hadis dijadikan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.

                   Merunut dari pengertian hadis, dalam konteks inilah hadis menjadi rujukan yang sangat penting setelah Al-Qur’an.

                   Sepanjang penggunaannya dalam Al-Qur’an, bentuk tunggal (mufrad) kata hadis diulang sebanyak dua puluh tiga kali. Sedangkan jika dalam bentuk jamaknya (plural), yakni ahadis, diulang sebanyak lima kali.2 Diantara makna hadis dalam ayat-ayat itu adalah sebagai berikut :

a.     Komunikasi religius, pesan atau Al-Qur’an. [QS. Al-Zumar (39) : 23]

b.     Cerita tentang masalah keduniawian atau umum. [QS. Al-An’am (06) : 68]

c.      Cerita historis. [QS. Taha (20) : 09]

d.     Cerita atau perbincangan yang masih hangat. [Qs. At-Tahrim (66) : 03]

 

1 Muhammad Mustafa Azami, Metodologi Kritik Hadis, terj. A.Yamin (Bandung: Pustaka Hidayah, 1996), hlm. 17.

2 Muhammad Fu’at Abdul Baqi. al-Mu’jam al-Mufrahras li Alfaz al-Qur’an al-Kaim (Indonesia: Maktabah Dahlan, tt), hlm. 274-8.

 

Yogyakarta, 18 Desember 2015

 

A.Dirham

NIM 154 900 25

 

 

Artikel ini dibuat berdasarkan sumber referensi atau berdasarkan eksperimen pengarang. Tak ada gading yang tak retak, ya begitulah sekiranya peribahasa yang sesuai dari blog sederhana ini. Tidak ada yang sempurna dan masih banyak kekurangan baik isi, informasi maupun apapun itu dari blog sederhana ini. Oleh karena itulah, blog sederhana ini membutuhkan Like, Share, Kritik dan Saran, Komentar yang membangun dan sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas karya di masa yang akan datang. Terima kasih atas kunjungannya.

 

0 Response to ""MEMASYARAKATKAN HADIS DI INDONESIA""

Post a Comment