SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

EVALUASI PEMBELAJARAN SEMESTER 1

 

            Sehubungan dengan akan berakhirnya semester satu/gasal/ganjil pada tahun ajaran 2015/2016, saya mewakili segenap teman-teman telah menulis kritik dan saran sebagai catatan untuk memenuhi catatan evaluasi pembelajaran yang diberikan langsung oleh pihak Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta guna melengkapi pengisian kuesioner pada laman resmi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

            Dengan hormat, saya menyampaikan kritik dan saran kepada para dosen yang masing-masing telah mengampu 7 (tujuh) mata kuliah pada semester 1:

            1. Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia, Ibu Sri Rokhmi Lestari.

            Setelah dipertimbangkan dengan matang, saya akan memberikan catatan kecil yang berisi kritik dan saran yang ditujukan kepada beliau.

            Secara garis besar, Ibu Sri Rokhmi Lestari sudah memberikan materi dengan penyampaian yang cukup tepat, tetapi ada hal yang kurang tepat sasaran, misalnya target materi pada kartu rencana studi seharusnya sudah rampung pada tanggal yang telah disepakati bersama, namun masih ada keterlambatan pencapaian materi tersebut. Mengenai konteks pembelajaran hampir sistematis dan cukup fleksibel. Selanjutnya, hal yang belum tepat sasaran itu adalah cukup banyak para mahasiswa yang mendapat nilai memprihatinkan, padahal mahasiswa telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai nilai yang maksimal. Penilaian yang dilakukan cukup terbuka, namun mungkin sering terjadi kesalahan dalam menginput nilai ataupun mengkode nilai. Keselarasan nilai dilakukan cukup baik, tetapi masih ada yang belum memuaskan, biasanya mencakup IP Mahasiswa yang diluar dugaan Mahasiswa itu sendiri. Aspek penilaian yang demikian tentu kurang memuaskan sebab tidak adanya nilai yang dikatrol sehingga Mahasiswa mendapat nilai yang apa adanya atau bahkan di luar daripada itu. Maksudnya, ada nilai yang diberikan kurang sesuai dengan pencapaian Mahasiswa yang sudah sedemikian tekun dan giat belajar. Hal ini tentu memprihatinkan dan mahasiswa yang rajin, giat dan ulet tadi merasa dirugikan. Bagi mahasiswa yang belum mendapat nilai maksimal sebaiknya diberikan bimbingan khusus atau diberikan sebuah peninjauan serta tindakan tegas agar dapat memicu semangat sehingga meningkatkan minat belajar Mahasiswa terhadap mata kuliah Bahasa Indonesia.

            Dalam ranah kehidupan, Bahasa Indonesia merupakan dasar ketiga setelah Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan bagi masyarakat Indonesia. Bahasa merupakan identitas suatu bangsa. Oleh sebab itulah, bahasa Indonesia sebagai bahasa yang memiliki peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, dibalik semua itu terdapat kekurangan pemahaman dari kalangan mahasiswa terhadap Bahasa Indonesia. Meskipun mahasiswa adalah seorang juru pendidikan masyarakat, akan lebih baik jika hal ini diterapkan kepada para mahasiswa yang nilainya masih kurang, maka akan berdampak meningkatnya indeks prestasi mahasiswa walaupun tidak secara signifikan. Langkah awal misalnya diberikan nasihat kepada para mahasiswa tersebur agar rajin belajar dan menyuruh memahami pelajaran dengan baik, jika ada yang sulit harap ditanyakan kepada teman yang sudah berkemampuan/cakap/mahir/pandai dalam penguasaan Bahasa Indonesia atau langsung menghadapi dosen secara terbuka ataupun tetutup guna menanyakan hal yang kiranya rumit atau sulit untuk dipahami. Namun, perlu diperhatikan untuk menemui dosen dengan cara yang sopan dan santun, artinya bertemu dosen terlebih dahulu untuk mengatur perjanjian kapan waktu tatap muka antara mahasiswa dan dosen dilakukan.

            Di samping hal itu, sebenarnya masih ada hal yang baik, yakni beliau selalu memberitahukan kisi-kisi ujian, disiplin waktu, cara penyampaian yang relatif mudah diterima dan sebenarnya tidak ada catatan merah dalam proses belajar mengajar yang diampu. Harapan untuk ke depannya, agar kinerja Ibu Dosen tersebut dipertahankan atau malah lebih baik jika bisa ditingkatkan cara penyampaian tersebut agar menjadi lebih baik dan tentu saja akan menjadi nilai tambah.

 

            2. Dosen mata kuliah Pancasila, Bapak Edy Yusuf Nur Samsu Santosa.

            Sebenarnya masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni mahasiswa banyak yang mengeluh bahwa Bapak Dosen kurang jelas dalam memberikan materi sebab cara yang disampaikan kurang tepat sehingga jauh dari target pembelajaran. Maksud cara yang dilakukan kurang tepat adalah mengenai metode perkuliahannya yang cenderung bersifat memanfaatkan indra pendengaran saja. Jadi begini, saat para mahasiswa masuk kelas, selama perkuliahan berlangsung, Bapak Dosen tidak mengizinkan mencatat apa yang sedang dijelaskan/diterangkan di papan tulis atau dalam poin-poin yang dipresentasikan melalui LCD Proyektor maupun melalui penjelasan lisan langsung oleh Bapak Dosen. Selain itu, Bapak Dosen menginstruksikan untuk menaruh buku dan alat tulis ke dalam tas, lalu tas para mahasiswa tersebut harus diletakkan di bagian sudut ruangan yang tidak terjangkau oleh tangan para mahasiswa sekalian.

            Sebagai seorang dosen yang baik, apalagi sebagai seorang dosen yang mengampu mata kuliah Pancasila, seharusnya memiliki metode pembelajaran dalam upaya melatih kedisiplinan dan karakter mahasiswanya dan tidak seperti metode yang hanya memanfaatkan indera pendengaran, namun haruslah mahasiswa mencatat apa yang baru saja diterangkan, sehingga mahasiswa tidak mudah lupa serta dapat lebih mudah menyerap mata kuliah tersebut. Apalagi mahasiswa di kemudian hari akan mengulang kembali pembelajaran yang telah disampaikan tadi dengan cara membaca hasil mencatat. Oleh sebab itulah, dalam metode belajar mengajar dan materi perkuliahan harus menggunakan metode pendengaran saja, tetapi juga dicatat sebab tidak semua mahasiswa mampu memanfaatkan indra pendengarannya saja. Karakteristik seseorang berbeda-beda dan tidak bisa dipaksakan hanya memanfaatkan satu indra. Bapak Dosen saya rasa kurang disiplin. Mengapa saya katakan demikian? Sebab Bapak Dosen sering mangkir dan hal ini sudah menjadi perhatian para mahasiswa. Seharusnya, sebagai seorang dosen yang baik, memberikan alasan yang konkret mengapa seringnya tidak mengisi waktu kuliah dalam tempo yang berturut-turut, bahkan hingga satu bulan lebih. Hal ini tentu sangat mengganggu proses pembelajaran. Untuk itulah saya menyarankan Bapak Dosen ini untuk dapat memberikan materi dengan tepat, efisien dan bersikap disiplin.

 

            3. Dosen mata kuliah Al-Qur'an dan Hadis, Bapak Mangun Budiyanto.

            Saya rasa telah membimbing mahasiswa sudah maksimal. Pedoman mutu kualitas, kinerja dan kebijakan dosen telah memberikan efek yang cukup mampu menjadikan mahasiswa menjadi insan yang berkepribadian yang unggul dalam bidang agama dan pengetahuan umum. Hal ini tercermin dari sikap dosen yang cukup dapat dikagumi karena teladan. Dalam hal pedoman mutu kualitas, kinerja dan kebijakan dosen misalnya sang dosen menghidangkan kedisiplinan, kearifan, keterlibatan dosen dalam diskusi, ketertiban, kerapian, kenyamanan dan kedisiplinan telah menumbuhkan mahasiswa menjadi insan yang integratif dan interkonektif. Untuk kedepannya, saya harap perlu dipertahankan dan ditingkatkan karena sudah memiliki kriteria dosen teladan.

 

            4. Dosen mata kuliah Ushul Fiqh/Fiqh, Bapak Ahmad Arifi.

            Saya rasa belum mampu membuat suasana kelas menjadi kondusif. Rujukan yang diberikan tidak pernah diberikan, hal ini tentu tidak teratur dan sistematis. Sebaiknya gunakan metode pengajaran yang lebih mumpuni dan memberikan rujukan materi yang disampaikan.

 

            5. Dosen mata kuliah Pengantar Studi Islam, Bapak Muhammad Qowim.

            Cukup memberikan bimbingan rohani dengan baik. Metode pengajaran Dosen mampu menumbuhkan insan yang integratif dan interkonektif. Untuk kedepannya, hal tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

 

            6. Dosen mata kuliah Bahasa Arab, Ibu Juwariyah.

            Telah memberikan materi dengan penyampaian yang belum maksimal karena kurangnya penekanan suara pada saat pembelajaran berlangsung. Sudah sistematis dan cukup fleksibel dengan rujukan yang jelas. Sebaiknya untuk kedepannya, suara Bu Dosen agar tidak lirih ketika menerangkan pembelajaran dan agak lebih dikeraskan sehingga terdengar oleh para mahasiswanya.

 

            7. Dosen mata kuliah Bahasa Inggris, Ibu Na'imah.

            Dalam hal efisiensi waktu kuliah dapat dikatakan kurang tepat. Seharusnya, kinerja Dosen lebih memperhatikan ketepatan waktu agar efisien. Ketegasan dalam penyampaian materi patut diapresiasi dan akan lebih baik terus dipertahankan.

           

(Sumber : Tulisan Opini)

Jakarta, 2 Februari 2016

 

 

A.Dirham

*NIP 997 697 3431 154 900 25

 

Catatan:

(*NIP adalah NISN + NIM)

                        Review opini ini sengaja dibuat berdasarkan observasi secara langsung guna mengisi kuesioner evaluasi pembelajaran. Tidak ada gading yang tak retak, ya begitulah sekiranya peribahasa yang sesuai dari blog sederhana ini. Blog ini jauh dari kata sempurna dan masih banyak kekurangan baik dari segi isi, materi, maupun informasi, dari blog ini. Oleh karena itulah, saya selaku admin blog ini membutuhkan Like (Suka) maupun komentar yang berupa Kritik dan Saran yang membangun guna meningkatkan kualitas review di masa yang akan datang. Terima kasih atas kunjungannya.

                        Jika anda ingin menjadikan tulisan ini sebagai bahan referensi anda, jangan lupa mencantumkan sumbernya.

 

0 Response to " EVALUASI PEMBELAJARAN SEMESTER 1"

Post a Comment