SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

Paradigma Integrasi dan Interkoneksi Dalam Perspektif Filsafat Islam

Ya, jadi dalam rangka mengenalkan dan untuk mengetahui bagaimanakah perkembangan Islam di negara Barat, terutama seperti Spanyol dan Eropa kepada mahasiswa dan santri, khususnya kepada UIN Sunan Kalijaga ini rupanya telah mengadakan kuliah yang bersifat umum dengan bertemakan “The Development of Islam in andalusia and its Challenges” di sebuah gedung ternama. Kompleks dan Pusat Administrasi Umum, pada hari Senin, 16 Mei 2016.

Di salah satu acara, terdapat pembicara atau narasumber, yakni Vice President of Foundacion Mezquita de Sevilla Ibrahim Luis H. Martinez serta Director of VIIT AL-ANDALUSIA Muhsin Sierra. Dalam hal ini  paparannya, Ibrahim menerangkan komunitas muslim dan muslimat di Eropa, salah satunya Spanyol kini merupakan bukan mayoritas. Tak pelak dalam hal ini, jauh berbeda dibanding tatkala Spanyol masih dalam wilayah kekuasaan Islam beberapa abad yang lampau. Maka, Sebagai kelompok minoritas, komunitas Islam seringkali menghadapi sejumlah kendala maupun tantangan dalam menegaskan identitasnya sebagai masyarakat yang beragama Islam.

“Tantangan terkini adalah makin massifnya sekularisme,” ujar Ibrahim. Ibrahim sendiri pun menambahkan, akan tetapi searah pertumbuhan demokrasi dan penghargaan yang pasti dan menjunjung tinggi atas hak-hak kebebasan sipil, komunitas Islam di Spanyol akhirnya sekarang ini bisa bernafas lega. Kendatipun minoritas, namun negara turut memberikan sebuah perlindungan juga perlakuan yang serupa, dan ini seperti halnya kepada komunitas-komunitas yang lain.

Nah, beberapa pendapat, terkait hal tersebut, Muhsin Sierra menjelaskan bagaimana terkait dengan kejayaan Islam di Spanyol, berlangsung kurang lebih sekitar abad ke-7 hingga ke-10 Masehi yang mana ketika pemerintah Islam sendiri berpusat di Andalusia. Tahukah anda Andalusia?

Intinya, pada saat itu, di Andalusia adalah sebagai pusatnya pendidikan serta kebudayaan dunia. Bahkan Ibnu Sina atau yang dikenal dengan sebutan Avicenna merupakan seorang yang ahli kedokteran, selain itu ada pula Ibnu Rushd alias Averroes yang pandai atau mahir dalam astronomi dan matematika, ia ahli dalam mendalami disiplin ilmu tersebut. Adapula Al-Kwarizmi (Algorizm) yang merupakan seseorang terkenal di zamannya, ia merupakan cendekiawan atas jasanya sebagai penemu angka 0 (nol) serta algoritma yang dalam hal ini merupakan beberapa ilmuwan Muslim yang terdidik, tumbuh dan berkembang di Andalusia.

Hal-hal di atas tentu saja perlahan-lahan berubah, bahkan sekarang sangat berubah. Mengapa demikian? Ada latar belakang atau sebab ketika syariat Islam hendak dibawa ke sana rupanya sudah tidak ada lagi yang namanya pengakuan dari masyarakat non muslim bahwa tidak ada karya Islam di kota Spanyol

Dalam pemaparannya, “Kami hanya ingin mencoba menampilkan Islam sebagai rahmatanlilalamin di negara Spanyol, karena dengan hadirnya islam sebagai agama orang Spanyol, bukan orang Spanyol yang memeluk agama Islam.” Kata Sierra.

Hal ini sungguh miris, padahal di daerah atau negara Spanyol terdapat masterpiece arsitektur dunia saat itu, misalnya yang dapat kita ketahui yakni Istana Al-Hambra, Masjid Raya Cordoba, dan Medinat Az-Zahra. Tahukah anda apa itu Medinat Az-Zahra? Ia adalah Istana Khalifah. Pahamilah bahwa komunitas muslim inilah yang sangat mulia. Dalam hal ini mereka mencoba menghidupkan kembali peran masjid, jadi bukan sekadar tempat shalat saja, namun juga sarana untuk mensyiarkan ajaran Islam yang rahmatanlilalamin kepada masyarakat Spanyol.

Maka, dengan gerakan tersebut, Ibrahim, Muhsin, Bashir Castineira Gamo Director of the Great Mosque of Granada, dan Malik Abderrahman Ruiz Communidad Islamica on Espana mewakili komunitas muslim ini melakukan ekspedisi. Jadi mereka yang dari Spanyol  ini berkelana ke pelbagai negara atau beberapa negara guna memberi kabar baik sekaligus dalam hal ini meminta dukungan atau motivasi kepada umat muslim di dunia yakni dengan tekad untuk pembangunan Masjid Sevilla yang dijadwalkan rampung pada satu tahun mendatang, yakni di tahun 2017 mendatang.

(Disadur melalui laman: uin-suka.ac.id/id/berita/detail/1205/kuliah-umum-perkembangan-islam-di-andalusia)
Dikutip melalui perubahan oleh Dunia Pengetahuan Pendidikan Dan Ssastra


0 Response to "Paradigma Integrasi dan Interkoneksi Dalam Perspektif Filsafat Islam"

Post a Comment