SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

DUA ORANG TEWAS DITABRAK KERETA API

Dua pemuda dikabarkan tewas setelah tertabrak kereta api di sekitar perlintasan kereta api di daerah Ngentak, Sapen, Timoho, Yogyakarta. Kejadian tersebut sempat menghebohkan para warga hingga akhirnya mereka berduyun-duyun ingin melihat secara langsung tempat kejadian perkara.

            Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin malam pada tanggal 15 Agustus 2016 sekitar pukul 21:45 WIB. Menurut laporan pada sesudah kejadian terjadi, Nugroho, yang merupakan warga sekitar menuturkan bahwa awalnya ada empat anak muda yang pada saat itu sedang asyik nongkrong di sekitar rel kereta api.

            Dari empat orang anak muda itu, tiga orang adalah laki-laki, sementara yang perempuan hanya satu orang. Mereka berempat sedang asyik nongkrong di rel tersebut, namun celakanya tidak menyadari datangnya kereta api dari arah barat dan timur.

            Jadi, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, melalui penuturan salah seorang warga sekitar, yakni Nugroho menyatakan bahwa kereta api datang berpapasan, sementara mereka berempat tidak sadar kedatangan kereta tersebut. Dua orang bisa lari dan menghindar, sedangkan yang lainnya tidak dapat menghindar. Satu terserempet dan yang satunya lagi tertabrak dan terseret.

            Hingga berita ini dirilis, pada akhirnya dua orang pemuda tersebut tidak sempat menghindar atau menjauh dari bahaya yang mengancam. Sementara, dua orang lainnya yang diduga merupakan sahabat mereka, lantas bisa menghindar untuk menyelamatkan diri.

Dua orang tewas ditabrak kereta api


            Menurut seorang psikolog klinis, Antonia Ratih Andjayani menyatakan apabila dalam suatu kejadian, contohnya saja ada dua orang yang sama-sama terancam dalam bahaya dan hubungan kekerabatan mereka merupakan seorang teman, maka yang pertama kali diselamatkan terlebih dahulu adalah orang yang bersangkutan yakni dirinya sendiri, sementara jika keadaan memungkinkan dan mampu untuk menyelamatkan temannya, maka setelah dirinya diselamatkan, sesudah itu barulah temannya yang diselamatkan.

            Namun, apabila salah satu dari orang tersebut yang terancam bahaya, sementara salah satunya tidak, maka otomatis orang yang tidak terancam bahaya tersebut akan ada gerakan hati untuk melakukan pertolongan kepada yang terancam bahaya, meskipun yang ditolongnya itu bukan teman.

            Informasi lain yang beredar, dari dua korban yang meninggal dunia, salah satunya meninggal dalam kondisi yang parah di bagian tubuh. Sementara, satu korban yang lain mengalami luka di bagian kepala. Satu korban tersebut sempat terseret sejauh beberapa meter.

            Menurut penuturan secara resmi yang ditulis dari postingan milik seorang member grup facebook Info Cegatan Jogja (ICJ) yang akun facebooknya bernama Achmeda Stevan Vergara melaporkan bahwa dua korban kecelakaan tersebut bernama Jimmy Kagowa dan Benny Korwa. Keduanya merupakan siswa SMA Santo Thomas. Dan saat ini kedua korban tersebut masih duduk di kelas XI (Sebelas).

            Belum diketahui secara lebih detail identitas korban, namun menurut informasi dari grup ICJ tersebut, dikatakan bahwa korban berasal dari Papua.

            Berita kecelakaan tersebut sempat beredar di dunia maya. Mula-mulanya, postingan datang dari Dini Nur Angraeni, seorang member (anggota) grup facebook, Info Cegatan Jogja (ICJ) kemudian diteruskan ke beberapa berita online, seperti Tribun Jogja.

            Menurut postingan dari akun facebook bernama Dini Nur Anggraeni, ia mengatakan: “Maaf lur repost... Telah terjadi laka kereta api di Jalan Timoho, Ngentak Sapen, kronologi tadi baru duduk-duduk di buk sama teman-temannya ternyata ada kereta dari selatan dan utara berbarengan mungkin korban tidak sempat menyelamatkan diri. Korban ada dua orang yang satu parah bagian kepala yang satu kepisah-pisah.”

            Baru tujuh menit saja, kiriman atau postingan yang dia kirim di grup facebook Info Cegatan Jogja sudah direspon (disukai) oleh delapan puluh sembilan orang dan komentari enam puluh enam komentar. Berita tersebut diserbarkan melalui aplikasi Facebook Lite dan disebarluaskan melalui privasi publik atau umum.

            Namun, dari postingan milik Dini Nur Anggraeni tersebut, ada kesalahan dalam informasi detail peristiwa. Maksudnya, ia mengatakan dalam postingan tersebut bahwa ada kereta dari selatan dan utara berbarengan. Namun, fakta di lapangan, bahwa kereta bukan dari kedua arah tersebut, melainkan dari arah barat dan timur. Inilah yang menjadi ralat informasi.

            Kronologi kejadian nahas tersebut ialah diketahui ada empat muda-mudi yang sedang asyik nongkrong di tempat kejadian perkara. Kedua korban yang tewas tersebut sedang asyik nongkrong di rel kereta api di daerah Ngentak, Sapen, Timoho, Yogyakarta. Namun, mereka tidak sempat menghindar.

            Sesaat setelah musibah tersebut terjadi, rekan-rekan korban yang juga berasal dari satu daerah merasa terpukul dengan kejadian tersebut. Mereka tidak menyangka, jika korban secepat itu meninggalkan mereka.

            Pada hari yang sama, sebelum kejadian tersebut, kedua pemuda tersebut sempat membeli minuman dingin es sachet di warung seberang rel kereta api.

            “Informasi dari saksi pertama, sebelum tertabrak, korban sempat membeli minuman es dan hendak menyeberang ke arah utara rel tersebut. Sementara, ada saksi kedua yang mengatakan korban dari arah barat, kemudian menuju ke arah timur, juga hendak menyeberang,” tutur salah seorang anggota polisi yang dikutip dari laman tribunjogja.com

            Lokasi tempat kejadian nahas tersebut, memang kerap dan sering sekali menjadi tempat nongkrong pemuda dan pemudi.

            “Di rel itu memang sering sekali buat nongkrong, apalagi kalau malam minggu jelas ramai sekali,” ungkap salah satu warga.

            Sebenarnya, beberapa warga di daerah sekitar juga sering mengingatkan para muda-mudi yang mengadakan lasehan di rel kereta api alias nongkrong di rel tersebut supaya peka terhadap bahaya yang mengancam dan berhati-hati serta meningkatkan kewaspadaan akan datangnya kereta api sewaktu-waktu. Apalagi, rel tersebut adalah silang ganda dan sering berpapasan.

            Menurut informasi dari pihak tribunjogja, jenazah kedua korban di bawa ke Rumah Sakit Sardjito untuk mendapat penanganan yang lebih lanjut.

            Kepada pembaca diharapkan tidak terpengaruh atas banyaknya provokasi yang beredar, baik di dunia maya maupun dalam kehidupan nyata saat ini sebab tak jarang banyak sekali orang yang memanfaatkan berita ini dengan tujuan tidak dibenarkan dalam hukum dan menimbulkan perpecahan antar umat manusia.

            Keluarga Besar Asy-Syamil turut berduka cita atas musibah yang menimpa Jimmy Kagoya dan Benny Korwa. Tidak hanya keluarga Asy-Syamil, namun keluarga besar SMA Santa Thomas juga menyatakan berkabung.

            Peristiwa itu sempat membuat geger Keluarga Besar Asy-Syamil melalui jejaring sosial media, WhatsApp. Secara langsung dan tegas, Umi Habibah yang merupakan member grup WhatsApp tersebut mula-mula yang mengabarkan berita tersebut. Kemudian Lintang mengatakan persisnya peristiwa tersebut terjadi. Dilanjutkan oleh Khamim, Dedi, Alya, Fina Fadia, Lastri, Noval dan Rani.
            Menurut pesan WhatsApp yang dikirim oleh Alya, ia mengaku bahwa tempat kejadian perkara tersebut berada di belakang indekosnya. Sementara itu, Rani Putri P yang mengaku melihat kejadian secara langsung mengatakan dalam pesan chatting di dalam grup WA (WhatsApp) tersebut bahwa ia menyaksikan sendiri sesudah kejadian nahas terjadi. Ia menuturkan melihat semuanya, usus-usunya, semuanya. Ia merasa bingung, “Kok bisa ya kan itu kereta loh.”

            Noval Zainul A yang juga merupakan seorang mahasiswa di sekitar area kejadian, menjawab pesan milik Rani Putri P, “Ckck... kasian ya...”

            Rani Putri P, yang melihat tempat kejadian perkara, setelahnya ia mengatakan tidak bisa tidur dan tidak berhasrat untuk makan. Korban yang diberitakan oleh Rani, yang ia ketahui ada tiga orang yang terdiri dari dua orang laki-laki dan satu orang perempuan. Dikabarkan olehnya, satu perempuan tersebut koma. Sementara dua orang laki-laki yang bernama Jimmy Kagoya dan Benni Korwa itu tewas setelah dihantam kereta api. Setelah menonton kejadian tersebut, ia merasa takut dan akhirnya pulang. Ia enggan berlama-lama di lokasi kejadian karena takut.

Dua orang tewas ditabrak kereta api



            Informasi terkini yang diupload, diposting, diunggah dan dikirim lewat grup Info Cegatan Jogja (ICJ) cepat sekali menjadi sebuah laporan. Grup tersebut setidaknya telah mempunyai anggota sebanyak lebih dari 300.000. 

0 Response to "DUA ORANG TEWAS DITABRAK KERETA API"

Post a Comment