SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

MAHASISWA UIN JOGJA IKUTI KLUNGKUNG DALAM PUISI

Suatu prestasi yang membanggakan datang dari negeri Ngayogyakarta. Seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menjadi finalis dalam acara Klungkung dalam Puisi yang diselenggarakan di Klungkung, Bali pada hari Jum'at, 28 Oktober 2016. Sebut saja, Adenar Dirham, mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah ini berhasil melambungkan nama kampus berkat karya dan aksinya di bidang sastra.



Klungkung, BaliAdenar Dirham, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan program studi Manajemen Pendidikan Islam semester III, berhasil terpilih mewakili UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus Provinsi DIY dalam acara peluncuran antologi puisi “Klungkung dalam Puisi” pada hari Jum’at, 28 Oktober 2016 di Museum Seni Lukis Klasik Bali Nyoman Gunarsa, Jl. Pertigaan Banda No. 1, Takmung, Banjarangkan, Klungkung, Bali.

Klungkung dalam Puisi


            Karya puisinya yang berjudul “Gejolak Jiwa Gadis-Gadis Klungkung” setelah bersaing sengit pada bulan Juni – Agustus 2016, akhirnya pada bulan Oktober ditetapkan sebagai peserta finalis dari 450 judul puisi yang dikirim dari seluruh penyair Indonesia, bahkan mancanegara.

            Lolosnya puisi tersebut membuat Dewan Juri mengundangnya dalam acara “Klungkung dalam Puisi” dalam rangka peluncuran buku antologi puisi penyair se-Indonesia dan pesta puisi dengan tema “Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta” sekaligus perayaan 88 tahun Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2016.

            Dalam acara tersebut, diawali dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks sumpah pemuda, lalu mengheningkan cipta tragedi 16 Oktober 2016 atas runtuhnya Jembatan Kuning dan Jembatan Cinta yang banyak menelan korban jiwa.

            Selanjutnya, sebelum mengarah pada acara peluncuran buku, terlebih dahulu Ma’ruf Cahyono selaku Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia memberikan sambutannya sekaligus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dalam acara Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta.

Mahasiswa Berprestasi


            “Ini pekerjaan besar yang sebenarnya mempunyai relevansi dengan kegiatan MPR di dalam memasyarakatkan nilai-nilai budaya dan norma-norma yang terkandung di dalam dasar ideologis kita dan dasar konstitusional kita,” tegasnya.

            “Puisi-puisi tersebut saya yakin mempunyai nuansa yang menyatukan keberadaan kita semua yang memberikan kontribusi dalam memelihara dan memupuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.

            Selain itu, Bupati Klungkung – I Nyoman Suwirta turut memberikan sambutannya. Begitu pula dengan Camat Banjarangkan, Klungkung – Ida Bagus Ketut yang juga turut hadir. Tidak lupa, ia memberikan sambutan dalam acara tersebut.

            Sementara itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyebutkan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk upaya menetapkan branding bagi Kabupaten Klungkung yang akan terus menerus dilakukan setiap tahun dan akan difasilitasi secara layak oleh pemerintah kelak.

            I Nyoman Gunarsa selaku Owner Museum Seni Lukis Klasik Bali Nyoman Gunarsa menyebutkan bahwa antologi puisi “Klungkung: Tanah Tua Tanah Cinta” adalah sebagai tuangan proses kreativitas yang sangat mengena untuk Klungkung mengingat posisi Klungkung pada masa kerajaan adalah pusat pemerintahan Bali, maka wajar jika Klungkung tumbuh sebagai pusat seni budaya dan sastra.

            “Buku ini memang mempunyai bobot luar biasa dan saya berharap buku ini akan mampu menentukan posisi Klungkung secara nasional, bahkan internasional,” imbuhnya.

            Peristiwa puputan Klungkung dan masuknya kolonialisme membuat Klungkung terpuruk sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan, yang lebih miris lagi, dalam perjalanannya Klungkung pernah mengalami degradasi budaya seiring dengan proses modernisasi. Hal itu menyebabkan banyak khazanah seni budaya di Klungkung yang belum tergali secara utuh dan menyeluruh.

            Selain itu, dalam acara “Klungkung dalam Puisi” juga terdapat para kurator yang berkompeten di bidang perpuisian, seperti Wayan Jengki Sunarta, Gde Artawa, dan Dewa Putu Sahadewa juga turut hadir memeriahkan acara tersebut. Wayan Jengki Sunarta pada saat itu rupanya merangkap tugas. Jadi, selain menjadi kurator, ia turut mengatur jalannya acara “Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta”

Finalis Lomba Puisi


            Sedangkan, April Artison selaku ketua panitia acara tersebut mengakui bahwa kegiatan ini memang sengaja dirancang pada bulan Mei 2016 lalu dan dilaksanakan jauh hari untuk memperingati Sumpah Pemuda yang memasuki angka 88 tahun, sekaligus mengingatkan bahwa Klungkung memiliki sejarah peradaban yang sangat panjang yang diwarisi sampai detik ini.

         “Teks Sumpah Pemuda sejatinya adalah puisi yang menyemai semangat nasionalisme, kemudian melahirkan negara dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kami merayakannya dengan puisi,” tambahnya.     

            Lebih lanjut, April Artison menjelaskan bahwa Klungkung dipilih sebagai tema besar dalam buku antologi puisi tersebut sebab tidak lain dimaknai untuk mengingatkan bahwa wilayah tersebut memiliki sejarah peradaban yang sangat panjang. Misalnya saja, Puri Agung Klungkung, Kerthagosa, seni lukis wayang Kamasan, Pura Goa Lawah, Kusamba, kampung muslim Gelgel, dan masih banyak lagi. Sejarah tersebut sampai detik ini masih dinikmati dan tetap bertahan serta terus diwariskan dari generasi ke generasi.

            “Kita sampaikan itu dengan puisi karena puisi adalah cara berkomunikasi yang paling intim untuk menyuarakan Klungkung,” tandas April Artison.

            “Kami mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah bersedia mengikuti kegiatan ini. Juga kepada para kurator yang telah bekerja keras menyaring ratusan puisi,” ujar Ketua Panitia tersebut.

            Ia pun berharap “Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta” bisa ikut meramaikan khazanah perpuisian di tanah air.

            “Kami mohon maaf bila buku ini belum mampu memuaskan semua pihak. Namun, kami akan terus melakukan yang terbaik untuk kemajuan peradaban lewat kegiatan-kegiatan kesusastraan,” tuturnya.
            Dalam acara tersebut, para nomine hadir untuk memberikan yang terbaik. Para penyair tersebut tidak hanya datang dari Bali, melainkan juga dari luar Bali, di antaranya adalah Isbedy Stiawan ZS (Lampung), Fanny J. Poyk (Jakarta), Suryadi Arfa (Madura), Bambang Eka Prasetya (Magelang), Ika Permata Hati (Temanggung), Na Dhien (Jakarta). Adenar Dirham (Yogyakarta), Sindu Putra (Lombok), dan Rusydi Zamzani (Jember).

            Selanjutnya, acara yang paling meriah yang menyedot perhatian media massa adalah saat peluncuran buku yang disaksikan oleh hadirin dan para pejabat tinggi, termasuk Camat hingga Bupati Klungkung serta Sekjen MPR RI.

            Selain itu, Bapak Umbu Landu Paranggi, Ibu Irna Permanasari, Ibu Anie Din sebagai perwakilan sastrawan Singapura, Komunitas Jatijagat Kampung Puisi Denpasar Bali, Komunitas Dapur Sastra Jakarta, dan sebagainya turut hadir memberikan apresiasi dalam acara Klungkung dalam Puisi.

            Setelah peluncuran buku digelar, acara dilanjutkan dengan makan malam. Kemudian, para peserta yang masuk nominasi dipersilahkan presentasi dengan membacakan puisi masing-masing. Setelah itu dilanjutkan dengan pesta puisi, pementasan musikalisasi puisi, berbagai pementasan atraksi seni lainnya, dan nominator.

            Terakhir, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan para sastrawan dalam dan luar negeri. Semakin malam, perbincangan semakin seru dan meriah. Hal-hal yang dibahas tentu saja berkenaan dengan sastra, sosial, dan seni budaya, terutama wilayah Klungkung.

            Dalam perbincangan tersebut, menulis bukanlah suatu hal yang sulit. Seorang penulis tidak harus mengandalkan bakat, minat dan kemampuan. Yang terpenting adalah doa, niat, kemauan, usaha, kerja keras, semangat pantang menyerah sehingga melahirkan tindakan yang progresif. Dengan menulis, berarti kita telah menghasilkan karya yang menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi anak-cucu kita.

            Sebenarnya, ada banyak sekali hikmah yang dapat dipetik dalam perbincangan “Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta”, namun karena waktu yang semakin larut, maka berikut ini adalah beberapa hal-hal menarik yang dapat dipelajari dalam menulis, bahkan boleh jadi apabila hendak menerbitkan buku atau semacam antologi.

         Tahap pertama, sebelum menulis, yang harus dipersiapkan adalah berimajinasi. Sejatinya, imajinasi adalah ruang gerak dan kebebasan setiap individu untuk menciptakan sesuatu yang bernilai, seperti kreativitas. Maka, mainkanlah imajinasi dengan sebaik-baiknya.

            Imajinasi melahirkan ide, gagasan dan pola pikir yang kreatif, inovatif, dan produktif. Ruang imajinasi diperoleh melalui pengalaman pribadi, seperti lewat mimpi yang telah kita alami, jalan-jalan, lingkungan sekitar, kisah asmara atau boleh jadi dari pengalaman anggota keluarga, kerabat, sanak saudara, atau bahkan orang lain. Selain itu, bisa juga melalui buku-buku yang telah kita baca. Hal-hal tersebut merupakan sumber inspirasi dalam menulis.

            Tahap kedua, setelah berimajinasi, mendapatkan ide dan inspirasi, maka langkah selanjutnya adalah membuat kerangka tulisan. Dengan membuat kerangka tulisan, maka hasil goresan pena akan semakin terasah dan terarah, menghindari klise pada kata, kalimat, bahkan paragraf, dan masih banyak lagi.

            Tahap ketiga, action (tindakan) untuk menulis. Namun, yang perlu diperhatikan, awali tulisan dengan membaca doa. Sekurang-kurangnya membaca basmalah. Tulislah yang anda inginkan, jangan takut salah dan jangan takut mencoba sebab kreativitas akan terbangun dalam tahap menulis, bahkan tidak hanya itu, menulis dapat menumbuhkan semangat cinta akan tulisan sendiri. Dengan begitu, maka anda akan lebih mengenal sekaligus mencintai diri sendiri. Selain itu, manfaat yang  dapatkan tentu saja akan membuat anda menjadi pribadi yang super, kreatif, inovatif, dan produktif.

            Rangkailah kata per kata. Poleslah tiap sendi-sendi kalimat dan susunlah menjadi paragraf yang unik dan menarik. Berikan rangsangan majas. Ekspresikan diri dalam tulisan sebisa mungkin. Hindari bahasa yang bertele-tele, monoton, klise serta tidak efektif.

           Tahap keempat, revisi. Setiap tulisan yang telah kita tulis, lalu revisilah dengan cara membaca. Tidak harus membaca secara kata per kata, namun boleh membaca memindai. Bacalah, apakah kata-kata, kalimat, dan paragraf ada keserasian. Bagaimana hubungan antar paragraf? Apakah sudah sejalan dengan alur yang diinginkan? Apakah hasil karya kita sudah selaras dengan etika dan kaidah dalam dunia kepenulisan?

            Tulisan harus diperiksa lagi, apakah dalam tulisan anda, ada unsur-unsur negatif, seperti hal-hal yang berbau vulgar, kekerasan, intimidasi, atau menyinggung SARA? Jika memang ada unsur-unsur tersebut, maka lebih baik segera hindari.

            Ini poin penting dari revisi adalah melihat sejauh mana anda berfokus pada tulisan tanpa hal-hal yang memancing tindakan negatif dari para pembaca maupun anda sendiri selaku penulis. Jangan sampai tulisan kita ditolak penerbit karena masalah demikian.

            Selanjutnya, marilah memberi sentuhan pada karya berupa pelajaran atau hikmah yang dapat dipetik bagi diri kita sendiri khususnya maupun bagi orang lain yang membaca karya kita. Gunakan kesan atau pesan yang ingin anda sampaikan melalui tulisan anda tersebut. Anda bisa menafsirkan peribahasa sebagai pesan yang ingin anda sampaikan. Percuma, tulisan bagus, bahasa menarik, keren, bermajas-majas, namun tidak ada pesan yang dapat dijadikan pelajaran.

            Tahap kelima adalah pengeditan atau sunting tulisan. Setelah tulisan anda revisi, maka sebaiknya suntinglah tulisan anda. Mungkin ada kekurangan hal-hal teknis yang kurang tepat seperti pemakaian tanda baca, penggunaan kata yang tidak sesuai kaidah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), dan lain sebagainya.

            Tahap keenam, berikan ruang gerak bagi orang lain untuk ikut menilai karya anda. Tidak ada salahnya anda menghasilkan tulisan, anda revisi, kemudian anda sendiri yang mengedit. Namun yang menjadi persoalan, apakah tulisan anda sudah bagus? Ingatlah selalu  baik menurut kita, belum tentu baik bagi orang lain.

            Jadi, jangan sungkan untuk menyuruh orang lain untuk menilai tulisan anda sebab mereka bisa memberikan kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan karya anda di masa yang akan datang. Carilah orang tepat dalam menilai karya anda.

            Tahap ketujuh, menerbitkan naskah. Sebelum itu, hendaknya membaca hamdalah sebab atas berkat rahmat Allah-lah, membuat anda berhasil menyelesaikan naskah yang kelak menjadi sebuah mahakarya.

            Nah, sesudah itu, barulah tawarkan naskah tersebut ke penerbit. Dalam hal ini, tentunya terserah selera anda, mau ditawarkan ke penerbit yang bersifat indie, minor atau mayor. Anda selaku penulis berhak memilih penerbit yang mana saja dan sistem penerbitan yang bagaimana. Intinya, dalam sistem penerbitan naskah biasanya ada yang menggunakan sistem royalti, jual putus atau kontrak oplah.

             Begitulah tujuh langkah menulis naskah hingga menerbitkan buku yang ditulis oleh Adenar Dirham selepas menghadiri penerbitan buku di Klungkung, Bali dalam acara Klungkung dalam Puisi.

             Selain menceritakan pengalamannya tersebut, selama berbincang-bincang dengan para sastrawan di Bali, Adenar Dirham pun mengungkapkan dalam pencapaian prestasi ini tentunya berkat dukungan dari pihak kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, terutama Dekan FITK (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Bapak Ahmad Arifi.

            Sementara itu, pihak luar yang senantiasa mendukung tentu saja orang tua. Dalam organisasinya tentu saja atas bimbingan dari KSIP (Kelompok Studi Ilmu Pendidikan) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan masih banyak pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

            Ia berharap dengan kehadiran buku tersebut, “Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta” dapat lebih dikenal secara lebih luas oleh masyarakat dengan sejarahnya yang begitu panjang serta berbagai keunikan seni budaya dan sastranya. Semoga peluncuran buku tersebut mampu menjadi sumber inspirasi dalam berkarya serta bersumbangsih membawa kemajuan bagi kita semua.


1 Response to "MAHASISWA UIN JOGJA IKUTI KLUNGKUNG DALAM PUISI"

  1. https://drive.google.com/file/d/0B6ut4qmVOTGWMkJvbFpZejBQZWM/view?usp=drivesdk


    Salam


    Kepada:

     

    Redaksi para akademik


    Per: Beberapa Hadis Sahih Bukhari dan Muslim yang Disembunyikan


    Bagi tujuan kajian dan renungan. Diambil dari: almawaddah. info

    Selamat hari raya, maaf zahir dan batin. 


    Daripada Pencinta Islam rahmatan lil Alamin wa afwan. 

    ReplyDelete